Selasa, 04 Oktober 2022

MACAM-MACAM KRITIK SOSIAL

 KRITIK SOSIAL

Kritik sosial merupakan sebuah inovasi baru yang mengartikan  sarana komunikasi/gagasan baru di samping menilai gagasan lama untuk menciptakan suatu perubahan. Kritik sosial sebagai sarana komunikasi pada masyarakat yang berfungsi sebagai kontrol sosial atau proses bermasyarakat.  kritik sosial merupakan bentuk perlawanan atau tidak sependapat seseorang atau kelompok tertentu terhadap kenyataan yang telah terjadi dalam sebuah kelompok masyarakat.¹

Kritik sosial merupakan gagasan baru dalam sarana komunikasi sekaligus mengevaluasi perubahan maupun isu sosial. Menurut Walzer dalam mengemukakan bahwa kritik sosial merupakan aktivitas sosial berupa pengamatan dan upaya membandingkan dengan cermat tentang perkembangan kualitas masyarakat. Menurut Supraja menyatakan bahwasannya tujuan sosial memiliki tujuan untuk mewujudkan emansipasi, perubahan sosial dan pencerahan. Ada berbagai media dalam mengungkapkan kritik sosial seperti menggunakan media tradisional yaitu pertunjukan, seni dan sastra, maupun media massa. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, terdapat media baru seperti media sosial, yang juga dapat dimanfaatkan sebagai media kritik. Secara sederhana, kritik sosial merupakan suatu tanda adanya kepekaan sosial. Tentunya, kritik sosial yang sempurna adalah kritik sosial yang murni. Kritik sosial yang murni adalah apabila kritik tersebut tidak didasari hanya semata-mata untuk kepentingan pribadi saja melainkan juga memperhatikan kepentingan khalayak banyak dan kebutuhan nyata masyarakat Saat ini kritik merupakan sebuah bentuk komunikasi yang memiliki tujuan dan berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya suatu sistem sosial atau proses dalam bermasyarakat.²


FENOMENA KRITIK SOSIAL

Abdulsyani (2012:183) mengatakan bahwa masalah sosial itu bisa muncul karena nilai-nilai atau unsur-unsur kebudayaan pada suatu waktu mengalami perubahan sehingga menyebabkan anggota-anggota masyarakat merasa terganggu atau tidak lagi dapat memenuhi kebutuhannya melalui kebudayaan itu. Soekanto membagi masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat secara umum menjadi sembilan, yaitu (1) kemiskinan, (2) kejahatan, (3) disorganisasi keluarga, (4) masalah generasi muda dalam masyarakat modern, (5) peperangan, (6) pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, (7) masalah kependudukan, (8) masalah lingkungan hidup, dan (9) birokrasi.³

BENTUK DAN JENIS KRITIK SOSIAL

Kritik sosial terdiri dari kritik sosial secara langsung dan tidak langsung. Aksi sosial, aksi unjuk rasa dan demonstrasi merupakan suatu bentuk kritik sosial secara langsung. Adapun bentuk kritik sosial secara tidak langsung antara lain seperti kritik melalui puisi, kritik melalui lagu, kritik melalui film, aksi teatrikal dan lain sebagainya. Berbagai bentuk kritik sosial tersebut memiliki pengaruh dan dampak sosial yang penting didalam kehidupan masyarakat.

Menurut Retnasih (2014), berikut adalah jenis-jenis kritik sosial berlandaskan

konsep sosiologi sastra Marx.

1. Kritik Sosial Masalah Politik

Menurut Sanderson dalam Retnasih (2014), kritik sosial pada masalah politik membahas tentang suatu sistem politik yang terdiri dari hukum dan keterlibatannya di dalam masyarakat serta untuk mengetahui hubungan eksternal diantara dan di lingkup masyarakat.

2. Kritik Sosial Masalah Ekonomi

Menurut Sumaatmadja dalam Retnasih (2014), kritik sosial pada masalah ekonomi membahas berbagai permasalahan yang menyangkut cara bagaimana individu dapat memenuhi berbagai kebutuhannya dari sumber daya yang terbatas hingga yang langka jumlahnya.

3. Kritik Sosial Masalah Pendidikan

Menurut Ahmadi & Nur dalam Retnasih (2014), Kritik sosial pada masalah pendidikan membahas berbagai masalah pendidikan baik dalam skala keluarga maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. Kritik Sosial Masalah Kebudayaan

Kritik sosial masalah kebudayaan membahas berbagai unsur pokok kebudayaan itu sendiri. Menurut Charon dalam Retnasih (2014), kebudayaan memiliki empat unsur kebudayaan yaitu ide tentang kebenaran (truth), yang bernilai (values), yang dianggap khusus untuk mencapai tujuan tertentu (goals), dan ide tentang bagaimana manusia melakukan sesuatu yang berkaitan dengan norma.

5. Kritik Sosial Masalah Moral

Kritik sosial pada masalah moral membahas segala sesuatu yang berhubungan tentang suatu sistem nilai yang dianut dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Salam dalam Retnasih (2014), sistem nilai terdiri dari wejangan, peraturan dan perintah yang diwariskan secara turun-temurun, yang kemudian membentuk suatu ajaran tentang bagaimana manusia harus hidup.

6. Kritik Sosial Masalah Keluarga

Kritik sosial pada masalah keluarga membahas mengenai disorganisasi keluarga yang mana dikarenakan anggotanya gagal dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan peranan sosialnya. Disorganisasi keluarga biasanya terjadi akibat adanya perbedaan pandangan atau faktor ekonomi. Dengan adanya kritik sosial diharapkan konflik pada disorganisasi keluarga dapat diminimalisir dan terciptanya keluarga yang harmoni.

7. Kritik Sosial Masalah Agama

Kritik sosial pada masalah agama membahas mengenai berbagai konflik kepercayaan maupun keyakinan yang dianut dalam masyarakat. Menurut Salam dalam Retnasih (2014), agama memiliki fungsi penting yaitu untuk memperkaya, memperhalus dan membina kebudayaan manusia. Namun, kebudayaan itu sendiri tidak memberi pengaruh terhadap pokok ajaran yang ditetapkan oleh suatu ajaran agama.

8. Kritik Sosial Masalah Gender

Kritik sosial masalah gender membahas permasalahan tentang perbedaan gender terhadap peran dan kedudukannya di masyarakat dalam berinteraksi dan bersosialisasi di kehidupan masyarakat.

9. Kritik Sosial Masalah Teknologi

Kritik sosial pada masalah teknologi lebih membahas tentang perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial di masyarakat.⁴

ETIKA DAN LANDASAN SEBELUM MELAKUKAN KRITIK SOSIAL

Sebuah kritikan adalah sesuatu yang sangat berharga dan mempunyai tujuan yang baik. Bila bisa diterima dengan lapang dada, akan mampu mengoreksi kekeliruan yang terjadi dan membuat perbaikan. Bila tidak, yang terjadi hanya rasa tidak nyaman dan rasa gagal melakukan tugas. Sebaliknya, memberi kritik dianggap lebih mudah karena hanya menyampaikan apa yang tidak berkenan, padahal sebenarnya tidak juga. Memberi ataupun menerima kritikan sama-sama membutuhkan strategi dan kebijaksanaan. Isi kritikan sebaiknya yang berhubungan dengan topik permasalahan, bukan yang menyangkut pribadi atau hal lainnya dari topik tersebut. Karena itulah ada beberapa prinsip yang perlu digunakan saat memberikan Kritik pada seseorang, yang pertama adalah dengan menggunakan strategi pujian, Kritik-puji. Awali dengan pujian, dan akhiri dengan pujian. Yang kedua yaitu pilih Situasi dan kondisi yang tepat. Saat ingin menyampaikan kritik, lihat situasi dan kondisi yang bersangkutan, tunggu hingga waktu dan kondisi yang kondusif. Jika waktunya tidak tepat, tujuan dari kritik bisa tidak tercapai. Yang ketiga sesuai fakta, sebelum mengutarakan kritikan, pastikan apa yang akan disampaikan. Pahami benar apa yang akan diutarakan. Lalu yang keempat berikan waktu. Kritikan bukan hukuman, kritikan adalah sebuah koreksi agar yang dikritikMenjadi lebih baik. Secara psikologis, dalam mengkritik penting untuk Memberikan ruang waktu antara saat memberikan kritikan dan penjelasan dari Yang bersangkutan.⁵

GAYA BAHASA KRITIK SOSIAL

Ada 4 macam gaya yangs ering terjadi dalam melakukan kritik, yang pertama adalah Gaya bahasa ironi adalah gaya bahasa sindiran yang memiliki maksud berlainan Dari apa yang terkandung dalam rangkaian kata-katanya. Bahasa yang digunakan Adalah bahasa halus. Yang kedua, Sinisme adalah gaya bahasa yang bertujuan menyindir sesuatu secara lebih kasar Dibandingkan dengan gaya bahasa ironi. Yang ketiga, Sarkasme adalah gaya bahasa sindiran dengan menggunakan kata-kata yang Kasar dan keras (paling kasar) dibandingkan dengan ironi dan sinisme. Yang keempat, Satire adalah sindiran dengan cara menertawakan.


DAFTAR PUSTAKA

Az-Zahra, N. Q., & Devi, W. S. ANALISIS KRITIK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA BULAN BUJUR SANGKAR KARYA IWAN SIMATUPANG. Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya, 8(2).

Praditama, R. R. (2022). Kritik Sosial terhadap Praktik Beragama di Indonesia (Analisis Semiotika pada Komik Berjudul Islam Nusantara Karya Aji Prasetyo) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Malang).

Adiyanti, R. M., & Agustiningsih, D. D. (2021). Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Negeri Terluka Karya Saut Situmorang. Jurnal Bahtera Sastra Indonesia, 3(1).

Asriana Mentari, M. (2016). Perancangan Kampanye Etika Penyampaian kritik Sosial Di Jejaring Sosial (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia).

Untari, D. (2017). Gaya Bahasa Sindiran sebagai Kritik Sosial dalam Wacana Meme Berbahasa Jawa di Akun Instagram Dagelan_Jowo (Kajian Stilistika Pragmatik) (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKNIK BERFIKIR KRITIS - M ULUL AZMI

A. LATAR BELAKANG Menurut Ennis berpikir kritis adalah berpikir logis dan reflektif yang difokuskan pada pengambilan keputusan yang akan dip...