Jumat, 28 Oktober 2022

TEKNIK BERFIKIR KRITIS - M ULUL AZMI

A. LATAR BELAKANG

Menurut Ennis berpikir kritis adalah berpikir logis dan reflektif yang difokuskan pada pengambilan keputusan yang akan dipercayai atau dilakukan. “Kritik sosial adalah salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang Bertujuan atau berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya suatu sistem sosial atau Proses bermasyarakat. Berdasarkan definisi dari dua kata tersebut yaitu kritik dan Sosial, kritik sosial adalah suatu aktifitas yang berhubungan dengan penilaian (juggling), perbandingan (comparing), dan pengungkapan (revealing) mengenai Kondisi sosial suatu masyarakat yang terkait dengan nilai-nilai yang dianut Ataupun nilai-nilai yang dijadikan pedoman.

Amalia (2010) menyatakan bahwa kritik sosial adalah sindiran, tanggapan, Yang ditujukan pada suatu hal yang terjadi dalam masyarakat manakala terdapat Sebuah konfrontasi dengan realitas berupa kepincangan atau kebrobokan. Kritik Sosial diangkat ketika kehidupan dinilai tidak selaras dan tidak harmonis, ketika Masalah-masalah sosial tidak dapat diatasi dan perubahan sosial mengarah kepada Dampak-dampak disosiatif dalam masyarakat.

Kritik sosial timbul karena ketidakpuasan atau kekecewaan terhadap Kenyataan hidup yang dinilai tidak sesuai. Adanya penyimpangan dalam Kehidupan masyarakat akan memunculkan kritik dalam kelompok Masyarakat tersebut. Kritik juga dapat disampaikan dalam bentuk langsung Dan tidak langsung. Melakukan sebuah kritik sosial haruslah memiliki dasar kritik sosial, supaya kritik yang kita sampaikan lebih mengena dengan apa yang mau kita kritisi. Dari hal tersebut kritik sosial terdapat sebuah Teknik untuk melakukan kritik sosial secara terstruktur. 

B. TUJUAN

Untuk mengetahui bagaimana teknik yang digunakan dalam melakukan kritik sosial agar lebih tepat sasaran.

C. PEMBAHASAN

a. Cara berfikir kritis

Facione mengemukakan inti kemampuan berpikir kritis melingkupi interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, self-regulation. Interpretation (interpretasi), yaitu memahami dan mengekspresikan arti atau maksud dari pernyataan matematika atau masalah matematika. Analysis (analisis), yaitu mengidentifikasi hubungan antara informasi yang diberikan, masalah yang akan diselesaikan, dan semua konsep yang diperlukan dalam menyusun rencana penyelesaian masalah. Evaluation (evaluasi), yaitu menilai kredibilitas pernyataan dan menilai kekuatan logis dari pernyataan/penyelesaian masalah yang telah dilakukan. Inference (inferensi), yaitu menarik kesimpulan yang masuk akal dengan memberikan semua alasan yang penting dan masuk akal.

b. Macam-macam Jenis kritik sosial

Menurut Retnasih (2014), berikut adalah jenis-jenis kritik sosial berlandaskan

Konsep sosiologi sastra Marx.

1. Kritik Sosial Masalah Politik

Menurut Sanderson dalam Retnasih (2014), kritik sosial pada masalah politik membahas tentang suatu sistem politik yang terdiri dari hukum dan keterlibatannya di dalam masyarakat serta untuk mengetahui hubungan eksternal diantara dan di lingkup masyarakat.

2. Kritik Sosial Masalah Ekonomi

Menurut Sumaatmadja dalam Retnasih (2014), kritik sosial pada masalah ekonomi membahas berbagai permasalahan yang menyangkut cara bagaimana individu dapat memenuhi berbagai kebutuhannya dari sumber daya yang terbatas hingga yang langka jumlahnya.

3. Kritik Sosial Masalah Pendidikan

Menurut Ahmadi & Nur dalam Retnasih (2014), Kritik sosial pada masalah pendidikan membahas berbagai masalah pendidikan baik dalam skala keluarga maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. Kritik Sosial Masalah Kebudayaan

Kritik sosial masalah kebudayaan membahas berbagai unsur pokok kebudayaan itu sendiri. Menurut Charon dalam Retnasih (2014), kebudayaan memiliki empat unsur kebudayaan yaitu ide tentang kebenaran (truth), yang bernilai (values), yang dianggap khusus untuk mencapai tujuan tertentu (goals), dan ide tentang bagaimana manusia melakukan sesuatu yang berkaitan dengan norma.

5. Kritik Sosial Masalah Moral

Kritik sosial pada masalah moral membahas segala sesuatu yang berhubungan tentang suatu sistem nilai yang dianut dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Salam dalam Retnasih (2014), sistem nilai terdiri dari wejangan, peraturan dan perintah yang diwariskan secara turun-temurun, yang kemudian membentuk suatu ajaran tentang bagaimana manusia harus hidup.

6. Kritik Sosial Masalah Keluarga

Kritik sosial pada masalah keluarga membahas mengenai disorganisasi keluarga yang mana dikarenakan anggotanya gagal dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan peranan sosialnya. Disorganisasi keluarga biasanya terjadi akibat adanya perbedaan pandangan atau faktor ekonomi. Dengan adanya kritik sosial diharapkan konflik pada disorganisasi keluarga dapat diminimalisir dan terciptanya keluarga yang harmoni.

7. Kritik Sosial Masalah Agama

Kritik sosial pada masalah agama membahas mengenai berbagai konflik kepercayaan maupun keyakinan yang dianut dalam masyarakat. Menurut Salam dalam Retnasih (2014), agama memiliki fungsi penting yaitu untuk memperkaya, memperhalus dan membina kebudayaan manusia. Namun, kebudayaan itu sendiri tidak memberi pengaruh terhadap pokok ajaran yang ditetapkan oleh suatu ajaran agama.

8. Kritik Sosial Masalah Gender

Kritik sosial masalah gender membahas permasalahan tentang perbedaan gender terhadap peran dan kedudukannya di masyarakat dalam berinteraksi dan bersosialisasi di kehidupan masyarakat.

9. Kritik Sosial Masalah Teknologi

Kritik sosial pada masalah teknologi lebih membahas tentang perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial di masyarakat.

D. Teknik melakukam kritik sosial yang membangun

a. Identifikasi permasalahan atau pertanyaan.

Identifikasilah masalah yang kamu hadapi setepat mungkin. Semakin tepat kamu menganalisa, maka akan semakin mudah untuk kamu mencari solusi atau jawabannya.

b. Kumpulkan data, pendapat, dan juga argumen.

Carilah beberapa sumber yang menyampaikan hal-hal yang berbeda dan sudut pandang yang berbeda pula.

c. Analisa dan evaluasi data yang telah terkumpul.

Pastikan sumber yang kamu gunakan valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Cari tahu juga apakah kesimpulan yang kamu ambil memiliki data pendukung atau hanya bersifat argumentatif.

d. Identifikasi data yang kamu temukan dengan asumsi

Asumsikan jika sumber yang kamu gunakan bias ataupun jika kamu yang bias dalam mencari jawaban. Hal ini akan membuat kamu untuk berpikir dua kali.

e. Tentukan hal-hal yang signifikan

Misalnya, hal apa yang paling penting, atau apakah jawaban yang kamu temukan sudah memadai, dan yang pasti apakah jawaban yang kamu temukan relevan dengan masalah yang sedang kamu hadapi.

f. Buat keputusan untuk mencapai kesimpulan

Identifikasi beberapa kesimpulan yang telah kamu temukan dan tentukan mana yang paling cukup terdukung. Timbang pro dan kontra dari semua kemungkinan.

g. Gunakan buah pikirmu

Setelah mencapai kesimpulan, kamu dapat menggunakan hasil dari pikiranmu untuk memecahkan masalah.


TEKNIK BERFIKIR KRITIS - M ULUL AZMI

A. LATAR BELAKANG Menurut Ennis berpikir kritis adalah berpikir logis dan reflektif yang difokuskan pada pengambilan keputusan yang akan dip...