Kamis, 01 April 2021

Sejarah Ilmu Komunikasi

Sejarah komunikasi

Sejarah Komunikasi

    Sejarah komunikasi sebenarnya sama dengan sejarah peradaban manusia, Yaitu telah dimulai sejak Tuhan menciptakan Adam dan Hawa di muka bumi Ini. Sekalipun demikian, hingga kini tidak ada dokumentasi yang menjelaskan Bentuk dan corak komunikasi yang terjadi antara Adam dan Hawa pada saat Itu atau beberapa generasi setelahnya, baik dalam bentuk bahasa maupun Lambang dan tanda-tanda yang dipakai berkomunikasi di antara mereka. 

Everett M. Rogers (1986) dalam bukunya Communication Technology: the New Media in Society menyebutkan bahwa sejarah komunikasi diperkirakan Dimulai sejak sekitar 35.000 tahun sebelum Masehi (SM). Pada zaman ini, Yang disebut sebagai zaman Cro- Magnon, bahasa sebagai alat berkomunikasi Sudah dikenal.

daun papirus
Pra – Era Tulisan


Komunikasi Mulai Muncul pada Peradaban Manusia diperkirakan sejak Pada Tahun antara 40.000- 35.000 SM yang disebut sebagai Zaman Cro-Magnon .

Menurut Everett M. Rogers. (1986), terdapat empat era komunikasi yang terjadi di muka bumi ini, yang pertama yaitu era komunikasi tulisan. Jelas sekali pendapat Rogers M Everett memperlihatkan bahwa era tulisan memang yang pertama kali. Berhubung menggunakan tulisan tentunya punya huruf-huruf tertentu namun sayangnya belum pasti huruf apa yang pertama ada di dunia ini. Era tulisan ini ada beberapa bukti yang di sebutkan dalam buku ini; orang-oang Sumerians menggunakan tanah liat untuk membuat huruf. Kemudian pada 1041 SM china menemukan dengan tipe mencetakan huruf dalam buku, dilanjutkan pada 1241 korea menemukan model dengan tipe mencetakan huruf dari tanah liat kedalam logam. 2000 SM Bangsa Mesir Kuno Menggunakan Daun Papirus Untuk Menyampaikan Pesan Tertulis (Everett M. Rogers (1986).


mesin cetak zaman dulu


Era- Cetak

Gatenberg penemu mesin cetak hand press. Konon katanya Gustenberg menemukan mesin press ini untuk mencetak injil, dalam ruang linkup sempit. Kenapa? Karena pada saat itu belum banyak orang yang bisa baca, Akan tetapi lama kelamaan mesin cetak itu dipakai. Pada tahun 1833, ketika Bunyamin Day meluncurkan surat kabar New York Sun, yang digunakan secara besar-besaran (masal) disambung pada tahun 1839 Daguerre melakukan praktek photografinya untuk digunakan dalam koran. Dahulu, sebelum mesin cetak muncul dan berkembang, perkembangan informasi berjalan sangat lambat. Buku-buku bacaan hanya tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas, sehingga tidak semua orang bisa memiliki buku. Hal ini karena pada zaman dahulu, teknologi untuk memperbanyak buku dilakukan secara manual, yaitu dengan tangan. Selain kemunculan mesin cetak, perkembangan media cetak didukung oleh meningkatnya tingkat kemampuan orang.

Untuk membaca dan mengerti berbagai jenis informasi. Sebenarnya perkembangan teknologi percetakan sangat menentukan arah perkembangan media cetak itu sendiri. Semakin maju perkembangannya, maka hasilnya tentu akan semakin bagus.

telegraf

Era-Telekomunikasi

Samuel Morse mentransmisikan pesan melalui telegraf pertama kali Alexander Graham Bell mengirimkan pesan melalui telepon pertama kali. Gambar bergerak diciptakan dan pertama kalinya film ditunjukkan kepada public. 

Guglielmo Marconi mentransmisikan pesan melalui radio. 

Lee de Forest menemukan kualitas pengeras suara dari tabung hampa.

Jadwal peyiaran radio secara teratur pertama kali oleh KDKA di Pittsburg. Demonstrasi Televisi oleh RCA Pertama kali siaran televisi komersial.Menurut BNET Business Dictionary (2008) Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video’ electronic data interchange and e-mail.

Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan perangkat keras, struktur organisasi, dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan, memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan individu lain (Rogers, 1986). Teknologi komunikasi dan informasi sebagai suatu produk dan proses telah berkembang sedemikian rupa sehingga mempengaruhi segenap kehidupan manusia dalam berbagai bentuk aplikasi.

komputer mainframe

Era- interaktif

(1971 Interactive Communication Era) Komputer mainframe pertama kali ENIAC, dengan 18.000 tabung hampa udara, diciptakan di Universitas Pennylvania.

William Shockley, John Bardeen, dan walter Brattain di Laboratorium Bell menciptakan transistor tipe solid-state yang dapat mengubah pembesaran pesan elektronik Ampex Company di Redwood City California menciptakan Videotape Rusia meluncurkan satelit ruang angkasa (Sputnik) pertama kali Pendaratan manusia di bulan pertama kali oleh NASA yang dipandu oleh minicomputer yang berukuran 2 x 1,5 feet, atau 3000 kali lebih kecil dibandingkan dengan komputer ENIAC Penciptaan microprosesor, suatu unit kontrol komputer (Central Processing Unit/CPU) pada chip semi konduktor oleh Ted Hoff at Intel Corporation.

Teknologi interaktif yang ada saat ini telah mengubah hubungan antara konsumen dengan pihak perusahaan. Terdapat lima contoh spesifik dari teknologi interaktif yang digunakan oleh pemasar. Para pemasar telah menemukan cara untuk menyesuaikan teknologi ini dengan strategi pemasaran yang berfokus pada keuntungan konsumen. Cross dan Smith menyebutkan teknologi yang memfasilitasi konsumen dan pemasar ini antara lain magnetic card readersatau kartu magnetik, interactive voice response systemsatau sistem respon suara interaktif, buletin elektronik, internet, dan fax-on-demand.

Pemasaran interaktif pada praktiknya dapat menyeimbangkan skala keuntungan antara pemasar dengan konsumen dimana pada pemasaran konvensional skala keuntungan lebih berat kepada pemasar. Keuntungan dari teknologi interaktif ini antara lain kecepatan akses data dan informasi. Pemasaran interaktif dan direct marketing mengusung sistem komunikasi dua arah. Dengan interaksi dengan konsumen, maka pemasar bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk menentukan target dan segmentasi pasar.

Selain itu konsumen juga mendapat keuntungan dari meningkatnya kecepatan interaksi. Mereka akan memperoleh informasi secara langsung dari penjual atau dari konsumen lain melalui forum diskusi dan email mengenai barang atau jasa yang ingin dikonsumsi.

SEJARAH KOMUNIKASI SIENCE (1998)


     Dimulai dari periode Retorika atau yunani kuno, Pertumbuhan (1900- world war 2), konsolidasi (world war 2- 1960), Teknologi Komunikasi( 1960 hingga sekarang). Setiap periode memberikan karakteristik tersendiri terhadap penekanan Bidang studi dan konteks peristiwa komunikai yang diamati, emosi.

     Perkembangan masyarakat yang dipacu oleh kemajuan teknologi Komunikasi yang semakin canggih menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan media massa, tetapi pada pihak lain secara timbal balik menimbulkan dampak yang kuat pula terhadap masyarakat.

Periode Retorika/ yunani kuno

     Perkembangan lahirnya ilmu komunikasi dapat ditelusuri sampai Peradaban Yunani Kuno beberapa ratus tahun sebelum Masehi Sebutan, “komunikasi” dalam konteks arti yang berlaku sekarang ini belum dikenal saat Itu. Istilah yang berlaku pada zaman tersebut adalah retorika. Para ahli Berpendapat bahwa studi retorika telah ada sebelum zaman Yunani (Golden, 1987; Foss, 1985; Forsdale, 1981). Pada zaman kebudayaan Mesir Kuno telah Ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemni dan Ptah-Hotep. Akan tetapi, tradisi Retorika sebagai upaya pengkajian yang sistematis dan terorganisasi baru Dilakukan pada zaman Yunani Kuno dengan perintisnya Aristoteles (Golden, 1978). Pengertian retorika menurut Aristoteles, menunjuk pada segala upaya Yang bertujuan untuk persuasi.

Ada 3 faktor penting yang sangat penting atas keberhasilan komunikator untuk menyampaikan pesan kepada komunikan.

Ethos: kredibilitas komunikator Adalah : tampilan karakter dan kredibilitas pembicara Yang dapat memersuasi khalayak hingga mereka peduli dan percaya kepada Pembicara. Kini etos merupakan metode yang paling efektif untuk membentuk Karakter pembicara sebagai persuader yang diharapkan mampu mem-Bangkitkan sikap kritis audiens agar percaya terhadap berbagai argumen yang Diucapka diucapkan.

Phatos: kemampuan komunikator(emosi) Adalah kemampuan pembicara untuk mengelola emosi ketika berbicara di depan publik. Pada umumnya, ketika orator berbicara di depan audiens memakai metafora atau perumpamaan, sehingga dapat menggugah audiens.

Logos: kemampuan komunikator (fakta) Adalah : pengetahuan yang luas dan mendalam tentang pesan yang akan dikomunikasikan. yaitu struktur pesan harus logis dan rasional berbasis pada kekuatan argumentasi.

Pokok-pokok Pikiran Aristoteles dikembangkan lagi oleh Cicero (dalam Allo Liliweri, 2011) dan Quintilian. Di samping tiga seni tersebut, aturan retorika Meliputi lima hukum retorika, yaitu:

a. Memory, hal-hal yang disampaikan, baik secara lisan maupun tulisan Termasuk yang terekam dalam ingatan;

b. Invention, isu-isu yang disampaikan retorikan; delivery, kemampuan Retorikan untuk membagi dan menyebar- luaskan informasi;

c. Style, gaya retorika secara langsung ataupun tidak langsung atau melalui Media massa dan tokoh masyarakat;

d. Arrangement, yaitu kemampuan untuk menyatukan, mengintegrasikan, Dan menangkal semua pihak yang beraneka ragam

e. Dalam lingkungan audiens.

Periode pertumbuhan

Meskipun komunikasi sudah ada sejak dulu, namun pada:Awal Abad 20 Komunikasi Mulai Menjadi Topik Penting .

 W. Barnett Pearce (1999) Seperti Perkembangan Teknologi Komunikasi Radio, Televisi, Telpon, Satelit Little John (1999) Pada periode ini komunikasi mulai masuk pada proses indrustrialisasi dan modernisasi, tepatnya pada negara eropa barat dan amerika. Kajian Komunikasi sudah masuk dalam rana Propaganda, Opini Publik, Pemasaran, Periklanan.

Periode konsolidasi

     Periode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960-an disebut sebagai periode Konsolidasi (Delia dalam Berger dan Chaffee, 1987). Disebut demikian karena Pada masa ini konsolidasi pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu Pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) Mulai terjadi. Kristalisasi ilmu komunikasi ditandai oleh tiga hal berikut.

Pertama, adanya adopsi perbendaharaan istilah yang dipakai secara seragam. Kedua, munculnya buku dasar yang membahas pengertian dan proses Komunikasi. Ketiga, konsep-konsep baku tentang dasar-dasar proses Komunikasi.

Ilmu komunikasi telah menjadi pendekatan lintas disipliner Dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lain yang saling ataupun pengaruh satu sama lain karena disadari bahwa komunikasi Merupakan proses sosial yang kompleks dan melibatkan banyak unsur.

Tokoh dari berbagai disiplin yang berpengaruh terhadap perkembangan ilmu komunikasi ,

• Harold lasswell (sebagai tokoh politik)

• Paul lazal-feld (sosiologi)

• Lewin(psikologi)

• Shanon dan weaver (insinyur Komunikasi)

Terutama :

Wilbur schramm menyebut para tokoh tersebut sebagai the founding fathers (para pendiri atau perintis) ilmu komunikasi. Pokok-pokok pikiran mereka dipandang sebagai tonggak sejarah dan landasan penting bagi pengembangan teori-teori komunikasi. Wilbur Schramm pun dinilai sebagai institutionalizer, yaitu perintis upaya pelembagaan pendidikan komunikasi sebagai bidang kajian akademis. Karena jasanya lah pengembangan bidang kajian komunikasi menjadi disiplin ilmu sosial yang mapan dan melembaga terealisasi. Institute of Communication Research vang didirikan Schramm di Illonis pada tahun 1947 merupakan Lembaga pendidikan tinggi ilmu komunikasi yang pertama di Amerika Serikat.

Periode komunikasi

     Periode Teknologi Komunikasi: 1960-an-Sekarang Sejak tahun 1960-an Perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada Spesialisasi. Menurut Rogers (1986), perkembangan studi komunikasi sebagai Suatu disiplin mulai memasuki periode “take off” (tinggal landas) sejak tahun 1950. Secara institusional kepesatan perkembangan ilmu komunikasi pada Masa sekarang ini tercermin dalam beberapa indikator berikut.

Keilmuan

Kemajuan disiplin komunikasi juga Tercermin dari hal-hal berikut.

a. Semakin banyaknya literatur komunikasi, seperti buku, jurnal, hasil penelitian ilmiah atau terapan, monografis, dan bentuk- bentuk penerbitan lainnya.

b. Semakin beragamnya bidang-bidang studi spesialisasi komunikasi.

c. Semakin banyaknya teori dan model tentang komunikasi yang dihasilkan para ahli. Sebagai gambaran, saat ini terdapat 126 definisi, sekitar 50 teori dan 28 model tentang komunikasi. (Dance, 1982; Littlejohn, 1989; McQuail dan Windahl, 1981: Porsdale, 1981).

Teknologi

Seperti perkembangan smartphone, komputer, televisi, radio semakin pesat hingga saat ini.

Institusi

Kemajuan Pendidikan, Asosiasi, dan Pusat Penelitian, Semakin berkembang.


Minggu, 28 Maret 2021

Pengertian dan Ruang lingkup Komunikasi

 Pengertian dan Ruang lingkup Komunikasi 



     Pengertian komunikasi secara etimologis dan Pengertian komunikasi secara terminologis

    etimologis: komunikasi berasal dari Bahasa Latin communicatio yang bersumber Dari kata communis yang berarti sama. Kata Sama yang dimaksudkan adalah sama makna. Jadi dalam pengertian ini, komunikasi Berlangsung manakala orang-orang yang Terlibat di dalamnya memiliki kesamaan Makna mengenai suatu hal yang tengah Dikomunikasikannya itu. Dengan kata lain, Jika orang-orang yang terlibat di dalamnya Saling memahami apa yang Dikomunikasikannya itu, maka hubungan Antara mereka bersifat komunikatif. Sebaliknya, jika ada pihak yang tidak Mengerti tentang suatu hal yang sedang Dikomunikasikan, berarti komunikasi tidak Berjalan, dan hubungan antara orang-orangTersebut tidak komunikatif.

 Terminologis, komunikasi adalah proses Penyampaian suatu pernyataan seseorang Kepada orang lain. Pengertian ini memberikan Pemahaman kepada kita bahwa komunikasi Melibatkan sejumlah orang atau manusia, Sehingga komunikasi seperti ini disebut Sebagai Human Communication (komunikasi Manusia). Sedangkan pengertian secara Paradigmatis, meskipun banyak definisi yang Dikemukakan oleh para ahli, namun dari Semua definisi itu dapat disimpulkan bahwa Komunikasi adalah proses penyampaian suatu Pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk Memberi tahu atau untuk mengubah sikap, Pendapat, dan perilaku, baik langsung (komunikasi tatap muka) maupun tidak Langsung (komunikasi melalui media).

Pengertian komunikasi menurut para ahli:

Menurut Harold D Lasswell bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu Tindak komunikasi adalah menjawab pertanyaan “siapa yang menyampaikan, apa Yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya ?

Donald Byker dan Loren J Anderson dalam Mulyana (2000) memberikan Pengertian komunikasi adalah “manusia membagi informasi antara dua orang Atau lebih”

Kemudian Everett.M.Rogers dalam Marhaeni (2009) mengemukakan pengertian Tentang komunikasi adalah “Proses di mana suatu ide di alihkan dari sumber Kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk megubah tingkah laku Mereka”

LINGKUNGAN KOMUNIKASI
     DeVito menegaskan bahwa lingkungan (konteks) komunikasi setidak Tidaknya memiliki 3 dimensi, yaitu dimensi fisik, dimensi sosial-psikologis, Dan dimensi temporal. Berikut ini merupakan penjabaran dari apa yang Dimaksudkan DeVito tersebut.

1. Dimensi Fisik
Menurut DeVito, ruang atau bangsal atau taman di mana komunikasi itu Berlangsung disebut konteks atau lingkungan fisik. Yang dimaksud dengan Konteks atau lingkungan fisik dalam hal ini adalah lingkungan nyata atau Berwujud (tangible). Lingkungan fisik ini, apapun bentuknya, mempunyai Pengaruh tertentu atas kandungan pesan kita (apa yang kita sampaikan) selain Juga bentuk pesan (bagaimana kita menyampaikannya).
2. Dimensi Sosial-Psikologis
Dimensi sosial-psikologis ini, misalnya meliputi tata hubungan status di Antara mereka yang terlibat, peran dan permainan yang dijalankan orang, Serta aturan budaya: masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan Atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, Formalitas atau informalitas, serius atau senda-gurau. Komunikasi yang Dibolehkan pada suatu pesta wisuda mungkin tidak dibolehkan di rumah Sakit. Tentu saja Anda paham dengan apa yang dimaksud oleh Vito. Komunikasi yang terjalin di antara hadirin pada pesta wisuda tentunya Semuanya dalam suasana gembira. Sementara itu suasana di rumah sakit Kebanyakan bernuansa sedih, iba, dan harus pandai-pandai menyesuaikan diri Dengan suasana lingkungan.
3. Dimensi Temporal atau Waktu
Dimensi ini mencakup waktu dalam sehari maupun waktu dalam Hitungan sejarah di mana komunikasi tersebut berlangsung. Bagi sejumlah Orang, pagi hari bukanlah waktu yang tepat untuk berkomunikasi. Sementara Bagi orang lain, pagi hari justru merupakan waktu yang ideal untuk Berkomunikasi. Anda tentu bisa membandingkan antara orang yang sibuk Dengan pekerjaannya pada pagi hari dengan orang-orang yang suka begadang Pada malam hari, yang di pagi harinya masih merasa loyo serta ingin Bermalas-malas.
DeVito juga mengatakan bahwa waktu dalam sejarah tidak kurang Pentingnya karena kelayakan dan dampak dari suatu pesan bergantung, Pada waktu atau saat dikomunikasikan. Bayangkanlah, misalnya Bagaimana pesan-pesan mengenai sikap dan nilai rasial, seksual atau Keagamaan disampaikan dan ditanggapi dalam berbagai waktu Sepanjang sejarah. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana suatu Pesan tertentu disesuaikan dengan rangkaian temporal peristiwa Komunikasi. Sebagai contoh, ingat-ingatlah berbagai makna pujian Sederhana yang Anda sampaikan kepada seorang kawan. Apakah itu Anda sampaikan segera setelah kawan itu memuji Anda atau segera Setelah Anda minta tolong kepadanya atau selama perdebatan yang Terjadi dengan rekan-rekan Anda.
Lebih lanjut DeVito mengatakan bahwa, ketiga dimensi lingkungan ini Saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain. Sebagai contoh, Terlambat memenuhi janji kencan (lingkungan atau konteks temporal) dapat Mengakibatkan berubahnya suasana persahabatan-permusuhan (lingkungan Sosial-psikologis), yang kemudian dapat menyebabkan perubahan kedekatan Fisik dan pemilihan rumah makan untuk makan malam (lingkungan fisik). Perubahan-perubahan ini dapat menimbulkan banyak perubahan lain. Memang, proses komunikasi itu tidak pernah statis (DeVito, 1997: 24-26).

  • Ruang Lingkup Komunikasi. 
Intrapersonal


Komunikasi yamg kita lakukan sehari-hari meliputi ruang lingkup diantaranya yaitu:
  • Intrapersonal
adalah Menurut Suryanto (2015), Komunikasi intrapribadi atau komunikasi intrapersonal adalah proses penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi dalam diri komunikator, antara diri sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan inernal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolis dari pesan-pesanyang diproduksi melalui proses pemikiran internal idividu. Dalam komunikasi intrapersonal seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Contohnya ialah saat kita melamun, memikirkan sesuatu dengan diri sendiri, sampai terjadi pengambilan keputusan.
    Dalam konteks komunikasi intrapersonal akan dijumpai cara seseorang menerima informasi, megolahnya, Menyimpannya, dan menghasilkannya kembali sebagai sebuah proses yang berlangsung terus-menerus. Proses Pengolahan informasi itu disebut sebagai komunikasi intrapesonal, meliputi sensasi, persepsi, memori, dan Berpikir.

A. Sensasi
    Sensasi berasal dari kata “sense” yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dalam Lingkungannya. Menurut Dennis Coon, sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak Memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, terutama berhubungan dengan kegiatan alat Indra. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar (eksternal) atau dari dalam diri (internal). Informasi dari Luar diindra oleh eksteroseptor (misalnya, telinga atau mata). Informasi dari dalam diindra oleh ineroseptor (misalnya, sistem pendarahan darah). Gerakan tubuh diindra oleh propriseptor (misalnya, organ vestibular).

B. Persepsi
       Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan Menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli indriawi (sensory stimuli). Sensasi adalah bagian dari persepsi. Persepsi ditentukan oleh faktor personal dan faktor Situasional. Faktor lainnya yang memengaruhi persepsi, yaitu perhatian seseorang terhadap objek (Jalaludin Rahmat, 2007). Persepsi seseorang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang akan membentuk frame of Reference dan field of experience dalam proses kehidupannya. Pada persepsi sosial, pengelompokkan tidak bersifat murni struktural sebeb hal-hal yang dianggap sama Atau berdekatan oleh seorang individu tidak dianggap sama atau berdekatan oleh individu yang lain. Dalam Komunikasi, dalil kesamaan dan kedekatan sering dipakai oleh komunikator untuk meningkatkan Kredibilitasnya atau mengakrabkan diri dengan orang-orang yang mempunyai prestise tinggi. Dengan Demikian, kedekatan dalam ruang dan waktu menyebabkan stimuli ditanggapi sebagai bagian dari struktur Yang sama. Kecenderungan untuk mengelompokkan stimuli berdasarkan kesamaan dan kedekatan adalah hal Yang universal.

C. Memori
      Dalam komunikasi intrapersonal, memori berperan penting dalam memengaruhi persepsi ataupun Berpikir. Memori adalah sistem yang sangat berstruktur, yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya (Schlessinger dan Groves). Memori melewati tiga proses, yaitu:
1)    Perekaman (encoding) adalah pencatatan informasi melalui reseptor inera dan sirkit saraf internal.
2)     Penyimpanan (storage) adalah menentukan lamanya informasi, bentuknya, dan tempatnya.
3) Pemanggilan (retrieval) adalah menggunakan informasi yang disimpan (Jalaludin Rahmat, 1996).Pemanggilan dapat diketahui dengan empat cara, yaitu sebagai berikut. 
a. Pengingatan (recall), proses aktif untuk menghasilkan kembali fakta dan informasi secara verbatim (kata demi kata), tanpa petunjuk yang jelas.
b. Pengenalan (recogition), sukar untuk mengingat kembali sejumlah fakta, lebih mudah mengenalnya.
c. Belajar lagi (relearning), menguasai kembali pelajaran yang sudah diperoleh, termasuk pekerjaan memori.
d. Redintergasi (redintergration), merekonstruksi seluruh masa lalu dari satu petunjuk memori kecil.
D. Berpikir
     Dalam berpikir melibatkan semua proses yang disebut sensasi, persepsi, dan memori. Berpikir merupakan manipulasi atau organisasi unsur-unsur lingkungan dengan menggunakan lambang-lambang sehingga tidak perlu langsung melakukan kegiatan yang tampak. Berpikir menunjukkan berbagai kegiatan yang melibatkan penggunaan konsep dan lambang, sebagai pengganti objek dan peristiwa. Berpikir dlakukan untuk mmahami realitas dalam rangka mengambil keputusan (decision making), memecahkan persoalan (problem solving), dan menghasilkan yang baru (creativity). Cara orang berpikir terdiri atas dua macam:
1) Berpikir autistik, dengan melamun, berfantasi, mengkhayal, dan wishful thinking. Dengan berpikir autistik, orang melarikan diri dari kenyataan dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis.
2) Berpikir realistis, disebut juga nalar (reasoning), yaitu berpikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata. 
    
Floyd L. Ruch (dalam Suryanto, 2015) menyebutkan tiga macam berpikir realistis: (1) berpikir deduktif: mengambil kesimpulan dari dua pernyataan, dalam logika disebut silogisme. (2) berpikir induktif: dimulai dari hal-hal yang khusus kemundian mengambil kesimpulan umum. (3) berpikir evaluatif: berpikir kritis, menilai baik-buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan.
  • Interpersonal/ antar personal
Interpersonal


Devito (2011)
menjelaskan bahwa komunikasi interpersonal merupakan penyampaian pesan oleh satu Orang serta penerimaan pesan oleh satu orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya Serta dengan peluang untuk memberikan umpan balik.

Mulyana (dalam Suryanto, 2015)
mengartikan komunikasi interpersonal sebagai komunikasi antara orang- Orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, Baik secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang melibatkan hanya dua Orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Komunikasi Interpersonal

     Menurut Jalaluddin Rakhmat (2007), banyak hal yang menjadi faktor-faktor yang meningkatkan hubungan Interpersonal, misalnya dari kualitas komunikasi itu sendiri. Faktor yang mempengaruhinya antara lain:

1.  Percaya (Trust)
        Dari berbagai faktor paling mempengaruhi komunikasi antar pribadi adalah faktor kepercayaan. Apabila Antara suami dan istri memiliki rasa saling percaya maka akan terbina saling pengertian sehingga Terbentuk saling sikap terbuka, saling mengisi, saling mengerti dan terhindar dari kesalahpahaman. Sejak tahap perkenalan dan tahap peneguhan, kepercayaan menentukan efektivitas komunikasi. Ada Tiga faktor utama yang menumbuhkan sikap percaya yaitu:
1) Menerima, adalah kemampuan berhbungan dengan orang lain tanpa menilai dan tanpa berusaha Mengendalikannya. Sikap menerima tidak semudah yang dikatakan. Kita selalu cenderung menilai Dan sukar menerima. Akibatnya, hubungan interpersonal tidak dapat berlangsung seperti yang Diharapkan.
2) Empati, hal ini dianggap sebagai memahami orang lain yang tidak mempunyai arti emosional bagi Kita.
3) Kejujuran, menyebabkan perilaku kita dapat diduga. Ini mendorong orang lain untuk dapat percaya Pada kita. Dalam proses komunikasi interpersonal pada pasangan suami istri, kejujuran dalam Berkomunikasi amatlah penting. Menurut psikologi humanistik, pemahaman interpersonal terjadi mealui self disclousure, feedback, dan Sensitivity to the disclousure of other. Kesalahpahaman dan ketidakpuasan dalam suatu jalinan antar Pribadi diakibatkan oleh ketidakjujuran, tidak adaya keselarasan antara tindakan dan perasaan, serta Terhambatnya pengugkapan diri.

2. Sikap Suportif

    Adalah sikap yang mengurangi sikap defensif dalam berkomunikasi yang dapat terjadi karena faktor-Faktor personal seperti ketakutan, kecemasan dan lain sebagainya yang menyebabkan komunikasi Interpersonal gagal, karena orang defensif aka lebih banyak melindungi diri dari ancaman yang Ditanggapinya dalam komunikasi dibandingkan memahami pesan orang lain.

3. Sikap Terbuka
      Sikap ini amat besar pengaruhnya dalam menimbulkan komunikasi interpersonal yang efektif. Dengan Komunikasi yang terbuka diharapkan tidak akan ada hal-hal yang tertutup, sehingga apa yang ada pada Diri suami juga diketahui oleh istri, demikian sebaliknya. Dengan sikap saling percaya dan supportif, Sikap terbuka mendorong timbulnya saling pengertian, saling menghargai, dan paling penting saling Mengembangkan kualitas hubungan interpersonal. Walaupun berkomunikasi merupakan salah satu Kebiasaan dengan kegiatan sepanjang kehidupan, namun tidak selamanya akan memberikan hasil yang Diharapkan.
  • Grup komunikasi grup/ kelompok
     Pengertian Komunikasi Kelompok Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berin-Teraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan Memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Ke-Lompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, Atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.

      Menurut Walgito Komunikasi kelompok tediri dari dua kata komunikasi dan ke-Lompok, komunikasi dalam bahasa inggris Communication berasal dari kata latin communi-Catio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, yakni maksudnya menyama-Kan suatu makna. Sedangkan kelompok (Hariadi, 2011) kelompok dapat dipandang dari Segi presepsi, motivasi, dan tujuan, interdependensi, dan juga dari segi interaksi. Berarti Komunikasi kelompok adalah menyamakan suatu makna didalam suatu kelompok. Penger-Tian kelompok berdasarkan diatas dapat diartikan atas dasar:

a) Motivasi dikemukakan Bass (dalam Hariadi 2011), menyatakan bahwa kelom-Pok adalah kumpulan individu yang keberadaanya sebagai kumpulan mem-Berikan reward kepada individu-individu.
b) Atas dasar tujuan yang dikemukakan oleh mills (dalam Hariadi 2011), kelom-Pok dipandang Mills adalah suatu kesatun yang terdiri atas dua orang atau lebih Yang melakukan kontak hubungan untuk suatu tujuan tertentu.
c) Segi interdependensi, Fiedler (dalam Hariadi 2011) Mengatakan bahwa kelom-Pok adalah sekumpulan orang yang saling bergantung satu dengan yang lainya. Pengertian yang sama juga dikemukakan olej Cartwright dan Zander (1968), Bahwa kelompok adalah kumpulan beberapa orang orang yang berhubungan Satu dengan yang lainya dan membuat mereka saling ketergantungan.
d) Dasar interaksi yang dikemukakan oleh Bouner (dalam Hariadi 2011), menya-Takan bahwa kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi satu de-Ngan yang lain dan saling mempengaruhi.      

Menurut Hariadi, 2011 bahwa pengertian kelom-pok memiliki ciri-ciri seperti dua orang atau lebih, ada interaksi diantara anggotanya, me-miliki tujuan atau goals, memiliki struktur dan pola hubungan di antara anggota yang ber-arti ada peran, norma, dan hubungan antar anggota, serta groupnees, merupakan satu kesa-tuan. rinteraksilah berkomunikasi dengan media massa contoh Tv, radio, maupun smartphone dengan menggunakan jaringan.
  • Komunikasi massa/ masmedia
 

Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media Massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada Khalayak luas. Dengan demikian maka unsur-unsur penting dalam komunikasi massa Adalah :
1. Komunikator,
2. Media massa.
3. Informasi (pesan).
4. Gatekeeper.
5. Khalayak (publik) dan
6. Umpan balik. 

1. Komunikator dalam komunikasi massa adalah:
a) Pihak yang mengandalkan media massa dengan teknologi komunikasi modern, Sehingga dapat dengan cepat diakses oleh publik.
b) Pihak yang berusaha memberikan jasa melalui penyebaran informasi dan Sekaligus menjadi agen perubahan dalam pemahaman, wawasan dan solusi-Solusi dengan jutaan massa yang tersebar dimanapun tanpa diketahui dengan Jelas keberadaan mereka.
c) Pihak yang menjadi sumber informasi atau pemberitaan yang mewakili institusi Formal yang sifatnya mencari keuntungan dari penyebaran informasi itu. 

2. Media massa
     adalah saluran/alat komunikasi dan informasi yang melakukan Penyebaran informasi secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal Pula.

3. Informasi massa
         adalah informasi yang diperuntukan kepada masyarakat secara Massal, bukan hanya informasi yang hanya dikonsumsi secara pribadi. Dengan Demikian informasi massa adalah milik publik, bukan individu. Misalnya berita, iklan, sinetron, film, infoteinment, dsb.

4. Gatekeeper
          adalah penyeleksi informasi. Sebagaimana diketahui bahwa komunikasi massa dijalankan oleh beberapa orang organisasi media massa, mereka inilah yang akan menyeleksi setiap informasi yang akan disebarkan kepada masyarakat. Bahkan mereka memiliki kewenangan untuk memperluas atau membatasi informasi yang akan disebarkan tersebut. Mereka adalah wartawan, editor, sutradara, dsb.

5. Khalayak
       adalah massa yang menjadi tujuan dari penyebaran informasi dari media massa. Mereka bersifat heterogen dan luas.

6. Umpan balik
      Awalnya umpan balik bersifat tertunda namun dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi, maka komunikasi interaktif dapat dilakukan secara langsung melalui media massa.

TEKNIK BERFIKIR KRITIS - M ULUL AZMI

A. LATAR BELAKANG Menurut Ennis berpikir kritis adalah berpikir logis dan reflektif yang difokuskan pada pengambilan keputusan yang akan dip...