Pengertian sistem komunikasi kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berin-teraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Ke-lompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Menurut Walgito Komunikasi kelompok tediri dari dua kata komunikasi dan ke-lompok, komunikasi dalam bahasa inggris Communication berasal dari kata latin communi-catio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, yakni maksudnya menyama-kan suatu makna. Sedangkan kelompok (Hariadi, 2011) kelompok dapat dipandang dari segi presepsi, motivasi, dan tujuan, interdependensi, dan juga dari segi interaksi. Berarti komunikasi kelompok adalah menyamakan suatu makna didalam suatu kelompok.
Adapun fungsi dari sistem komunikasi kelompok adalah sebagai berikut :
1. Fungsi hubungan sosial, yaitu suatu kelompok mampu memelihara dan Memantapkan hubungan sosial di antara para anggotanya seperti bagaimana suatu kelompok secara rutin memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk melakukan aktivitas yang informal, santai Dan menghibur.
2. Pendidikan, dalam arti bagaimana sebuah kelompok secara formal maupun informal bekerja unutk mencapai dan mempertukarkan pengetahuan. Melalui fungsi pendidikan ini, kebutuhan kebutuhan dari para anggota kelompok, kelompok itu sendiri bahkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Namun demikian, fungsi pendidikan dalam kelompok akan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak, bergantung pada tiga faktor, yaitu jumlah informasi baru yang dikontribusikan, jumlah partisipan dalam kelompok serta frekuensi interaksi di antara para anggota kelompok. Fungsi pendidikan ini akan sangat efektif jika setiap anggota kelompk membawa pengetahuan yang berguna bagi kelompoknya. Tanpa pengetahuan baru yang disumbangkan msing masing anggota, mustahil fungai edukasi ini Akan tercapai.
3. Dalam fungsi persuasi, seorang anggota kelompok berupaya mempersuasikan anggota lainnya supaya melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Seseorang yang terlibat usaha usaha persuasif dalam suatu kelompok, membawa resiko untuk tidak diterima oleh para anggota lainnya. Misalnya, jika usaha usaha persuasif tersebut terlalu bertentangan dengan nilai nilai yang berlaku dalam kelompok, maka justru orang yang berusaha mempersuasi tersebut akan menciptakan suatu konflik, dengan demikian malah membahayakan Kedudukannya dalam kelompok.
4. Fungsi kelompok juga dicerminkan dengan kegiatan kegiatannya untuk memecahkan persoalan dan membuat keputusan keputusan. Pemecahan masalah (problem solving) berkaitan dengan penemuan Alternatif atau solusi yang tidak diketahui sebelumnya, sedangkan pembuatan keputusan (decision making) berhubungan dengan pemilihan antara dua atau lebih solusi. Jadi, pemecahan masalah Menghasilkan materi atu bahan untuk pembuatan keputusan.
5. Terapi. Kelompok terapi memiliki perbedaan dengan kelompok lainnya, karena kelompok terapi tidak memiliki tujuan. Objek dari kelompok terapi adalah membantu setiap individu mencapai perubahan personalnya. Tentunya, individu tersebut harus berinteraksi dengan anggota kelompok lainnya guna mendapatkan manfaat, namun usaha utamanya adalah membantu dirinya sendiri, bukan membantu kelompok mencapai konsensus. Contoh dari kelompok terapi ini adalah kelompok konsultasi perkawinan, kelompok penderita narkotika, kelompok perokok berat dan sebagainya. Tindak komunikasi dalam kelompok kelompok terapi dikenal dengan nama pengungkapan ciri (se/f disclosure). Artinya, dalam suasana yang mendukung, setiap anggota dianjurkan untuk berbicara secara terbuka tentang apa yang menjadi permasalahannya. Jika muncul konflik antar anggota dalam diskusi yang dilakukan, orang yang menjadi pemimpin Atau yang memberi terapi yang akan mengaturnya.
Macam-macam sistem komunikasi kelompok!
Sistem kelompok dapat diklasifikasikan menjadi empat dikotomi, yaitu primer-sekunder, ingroup-outgroup, rujukan-keanggotaan, dan deskriptif-preskriptif.
primer dan sekunder
Charles H. Cooley membedakan kelompok menjadi kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kelompok yang memiliki ciri kerjasama dan hubungan tatap muka yang sangat dekat, contohnya adalah keluarga. Sedangkan, kelompok sekunder adalah kelompok yang memiliki ciri hubungan yang tidak akrab dan tidak personal, contohnya adalah ormas, serikat buruh, dan lain-lain.
Ingroup dan outgroup
Sumner membagi kelompok menjadi ingroup dan outgroup. Ingroup adalah kelompok kita, dan outgroup adalah kelompok mereka. Ingroup dan outgroup dapat dibedakan dengan menerapkan beberapa batasan misalnya letak geografis, suku bangsa, pandangan atau ideologi, pekerjaan atau profesi, bahasa, status sosial, dan kekerabatan.
Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan
Theodore Newcomb, sang penggagas model komunikasi Newcomb, yang membagi kelompok kedalam kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan. Kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai standar untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. Salah satu teori komunikasi kelompok yaitu teori kelompok rujukan menyatakan bahwa kelompok rujukan memiliki fungsi komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif.
Deskriptif dan kelompok preskriptif
John F. Cragan dan David W. Wright membagi kelompok menjadi kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif. Kelompok deskriptif mengacu pada klasifikasi kelompok berdasarkan proses pembentukannya secara alamiah sedangkan kelompok preskriptif mengacu pada klasifikasi kelompok berdasarkan tahap-tahap yang harus dilalui oleh anggota kelompok untuk mencapai tujuannya.
1. Komunikasi kelompok deskriptif
Menurut para ahli komunikasi kelompok, terdapat tiga kategori kelompok yaitu kelompok tugas, kelompok pertemuan, dan kelompok penyadar yang measing-masing menggambarkan tahapan perkembangan proses kelompok.
A. Kelompok tugas. Menurut Aubrey Fisher, perkembangan proses kelompok terdiri dari empat tahap, yaitu orientasi, konflik, pemunculan, dan peneguhan.
B. Kelompok pertemuan. Menurut Bennis dan Sheperd, perkembangan proses kelompok terdiri dari dua tahap, yaitu kebergantungan pada otoritas dan kebergantungan satu sama lain.
C. Kelompok penyadar. Menurut James Chesebro, John Cragan, dan Patricia McCullough, terdapat empat perkembangan proses kelompok penyadar, yaitu kesadaran diri akan identitas baru, identitas kelompok melalui polarisasi, menegakkan nilai-nilai baru bagi kelompok, dan menghubungkan diri dengan kelompok revolusioner.
2. Komunikasi kelompok preskriptif
Menurut para ahli, terdapat beberapa format diskusi yang didasarkan pada susunan tempat duduk, urutan siapa yang berbicara dan kapan, dan aturan waktu yang diizinkan untuk berbicara. Berbagai format diskusi diantaranya adalah :
A. Diskusi meja bundar – komunikasi bebas dilakukan oleh anggota kelompok karena susunan tempat duduk yang bundar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susunan meja bundar memudahkan partiisipasi spontan yang lebih demokratis daripada susunan meja segiempat yang lebih otokratis dan kaku.
B. rangkaian pidato pendek yang menyajikan berbagai aspek dari sebuah topik atau posisi yang pro dan kontra terhadap masalah yang kontroversial, dalam format diskusi yang sudah dirancang sebelumnya.
C. Diskusi panel – format khusus yang anggota-anggota kelompoknya berinteraksi, baik berhadaphadapan maupun melalui seorang moderator, diantara mereka sendiri dan dengan hadirin, tentang masalah yang kontroversial. Umumnya, susunan tempat duduk diskusi panel meletakkan peserta diskusi pada meja segiempat yang menghadap khalayak, dengan moderator duduk di tengah-tengah diantara dua pihak yang berdiskusi.
D. Forum – adalah waktu tanya jawab yang terjadi setelah diskusi terbuka. Khalayak memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan.Terdapat lima macam forum, yaitu forum ceramah, forum debat, forum dialog, forum panel, dan forum simposium.
E. Kolokium – format diskusi yang memberikan kesempatan pada wakil-wakil khalayak untuk mengajukan pertanyaan yang sudah dipersiapkan kepada seorang atau beberapa ahli.
F. perlementer – format diskusi yang secara ketat mengatur peserta diskusi yang besar pada periode waktu tertentu ketika sejumlah keputusan harus dibuat. Para peserta harus mengikuti peraturan tata tertib yang telah ditetapkan secara eksplisit.