Rabu, 19 Mei 2021

Peran komunikasi dalam masyarakat dan Peran TIK.

 

Ø  Pengertian komunikasi  Masyarakat




Komunikasi massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media Massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada Khalayak luas. Dengan demikian maka unsur-unsur penting dalam komunikasi massa Adalah :

1.      Komunikator,

2.      Media massa.

3.      Informasi (pesan).

4.      Gatekeeper.

5.      Khalayak (publik) dan

6.      Umpan balik.

 

Komunikator dalam komunikasi massa adalah:

 

a)     Pihak yang mengandalkan media massa dengan teknologi komunikasi modern, Sehingga dapat dengan cepat diakses oleh publik.

 

b)     Pihak yang berusaha memberikan jasa melalui penyebaran informasi dan Sekaligus menjadi agen perubahan dalam pemahaman, wawasan dan solusi-Solusi dengan jutaan massa yang tersebar dimanapun tanpa diketahui dengan Jelas keberadaan mereka.

 

c)     Pihak yang menjadi sumber informasi atau pemberitaan yang mewakili institusi Formal yang sifatnya mencari keuntungan dari penyebaran informasi itu.

 

Media massa adalah saluran/alat komunikasi dan informasi yang melakukan Penyebaran informasi secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal Pula.

 

Informasi massa adalah informasi yang diperuntukan kepada masyarakat secara Massal, bukan hanya informasi yang hanya dikonsumsi secara pribadi. Dengan

Demikian informasi massa adalah milik publik, bukan individu. Misalnya berita, iklan, Sinetron, film, infoteinment, dsb.

 

Gatekeeper adalah penyeleksi informasi. Sebagaimana diketahui bahwa komunikasi Massa dijalankan oleh beberapa orang organisasi media massa, mereka inilah yang Akan menyeleksi setiap informasi yang akan disebarkan kepada masyarakat. Bahkan Mereka memiliki kewenangan untuk memperluas atau membatasi informasi yang akan Disebarkan tersebut. Mereka adalah wartawan, editor, sutradara, dsb.

 

Khalayak adalah massa yang menjadi tujuan dari penyebaran informasi dari media Massa. Mereka bersifat heterogen dan luas.

 

Umpan balik. Awalnya umpan balik bersifat tertunda namun dengan semakin Berkembangnya teknologi komunikasi, maka komunikasi interaktif dapat dilakukan Secara langsung melalui media massa.

Ø  PROSES KOMUNIKASI MASSA

Komunikasi massa dalam prosesnya melibatkan banyak orang yang bersifat kompleks Dan rumit. Menurut McQuail (1999) proses komunikasi massa terlihat berproses dalam Bentuk:

1.      Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses Komunikasi massa melakukan distribusi informasi kemasyarakatan dalam skala Yang besar, sekali siaran atau pemberitaan jumlahdan lingkupnya sangat luas Dan besar.

2.      Proses komunikasi massa cenderung dilakukan melalui model satu arah yaitu Dari komunikator kepada komunikan atau media kepada khalayak. Interaksi Yang terjadi sifatnya terbatas.

3.      Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris antara komunikator Dengan komunikan. Ini menyebabkan komunikasi antara mereka berlangsung Datar dan bersifat sementara. Kalau terjadi sensasi emosional sifatnya Sementara dan tidak permanen.

4.      Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal atau non pribadi dan Anonim.

5.      Proses komunikasi massa juga berlangsung didasarkan pada hubungan Kebutuhan-kebutuhan di masyarakat. Misalnya program akan ditentukan oleh Apa yang dibutuhkan pemirsa. Dengan demikian media massa juga ditentukan Oleh rating yaitu ukuran di mana suatu program di jam yang sama di tonton oleh Sejumlah khalayak massa.[1]


Dinamika kehidupan masyarakat Mengalami perkembangan yang sangat Pesat. Akulturasi budaya dengan. Sentuhan teknologi informasi Merupakan fenomena pendorong Perubahan tersebut. kebebasan Personal dalam menyampaikan ide, Kritik, saran dan bahkan “hujatan” Sering dijumpai setiap jam dan hari Melalui berbagai varian media yang Digunakan. Kondisi yang dialami masyarakat Indonesia saat ini menuntut sikap Adaptif dan responsibilas Pemerintahan. Secara nyata media Sosial telah merubah kehidupan sosial Masyarakat hampir disemua jenjang Dan strata sosial. Perubahan dan Perkembangan masyarakat sejatinya Dibutuhkan guna mengalirkan sikulus Bermasyarakat.

Ø  Pengertian media Sosial

Media sosial adalah sebuah Media online, dengan para Penggunanya bisa dengan mudah Berpartisipasi, berbagi, dan Menciptakan isi meliputi blog Jejaring sosial, wiki, forum dan dunia Virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki Merupakan bentuk media sosial Yang paling umum digunakan oleh Masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa Media sosial adalah media online Yang mendukung interaksi sosial Dan media sosial menggunakan Teknologi berbasis web yang Mengubah komunikasi menjadi Dialog interaktif.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media Sosial sebagai “sebuah kelompok berbasis internet yang Membangun di atas dasar ideologi Dan teknologi Web 2.0 , dan yang Memungkinkan penciptaan dan Pertukaran user-generated content”

Sejarah sosial media diawal Pada era 70-an, yaitu ditemukannya Sistem papan buletin yang Memungkinkan untuk dapatnBerhubungan dengan orang lain Menggunakan surat elektronik Ataupun mengunggah dan Mengunduh perangkat lunak, semua Ini dilakukan masih dengan Menggunakan saluran telepon yang Terhubung dengaan modem.

Pada tahun 1995 lahirlah situs GeoCities, GeoCities melayani web Hosting (layanan penyewaan Penyimpanan data-data website Agar website dapat diakses dari Manapun). GeoCities merupakan Tonggak awal berdirnya website- website.

Pada tahun 1997 sampai Tahun 1999 munculah sosial media Pertama yaitu Sixdegree.com danbClassmates.com. Tak hanya itu, di Tahun tersebut muncul juga situs Untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. Situs ini mmenawarkaPenggunanya untuk bisa membuat Halaman situsnya sendiri. Sehingga Pengguna dari Blogger ini bisa Memuat hal tentang apapun.

Pada tahun 2002 Friendster Menjadi sosial media yang sangat Booming dan kehadirannya sempat Menjadi fenomenal. Setelah itu pada Tahun 2003 sampai saat ini Bermunculan berbagai sosial media Dengan berbagai karakter dan Kelebihan masing-masing, seperti LinkedIn, MySpace, Facebook, Twitter, Wiser, Google+ dan lain Sebagainya.[2]

 

A.    Peran Komunikasi dalam Organisasi

 

Dalam sebuah organisasi, sangat dibutuhkan suatu komunikasi organisasi yang akhirnya mampu menumbuhkan dan mengembangkan sikap anggota utuk merubah pola pikir daan pola perilaku sehingga sejalan dengan tujuan organisasi tersebut. Komunikasi organisasi adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi yang mempunyai sistem saling bergantung yang mencakup komunikasi internal maupun eksternal.

 

Dalam komunikasi organisasi, menunjukkan adanya aliran informasi (bagaimana informasi itu disampaikan). Dalam hal tersebut, terdapat dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas.


1.    Komunikasi ke bawah

Komunikasi kebawah sangat diperlukan oleh pengurus tingkat bawah dalam melaksanakan kegiatan organisasi. Manfaat yang dapat diambil dari aliran ini adalah penyampaian informasi secara terbuka kepada para anggotanya,  Selain itu, terdapat beberapa pola penyebaran informasi yang akhirnya membawa resiko terjadinya distorsi pesan, sehingga pesan yang disampaikan menjadi kabur atau maknanya tidak dapat dicerna secara jelas. Hal ini dapat disebabkan karena :


a)     Pengirim berita/pesan (komunikator)

Para komunikator biasanya mengirimkan pesan secara garis besarnya saja, tidak memperhatikan detail pesan tersebut. Sehingga menyebabkan perlu adanya penafsiran kembali pesan tersebut oleh komunikan.

 

b)     Penerima berita/pesan (komunikan)

 

Komunikan yang merasa takut akan terjadinya kesalahan dalam menafsirkan pesan akan meneruskan pesan yang diterimanya dengan sebagaimana adanya saja, dan akhirnya pengurus di tingkat bawahnya yang diminta untuk menginterpretasikan isi pesan.

 

2.      Komunikasi ke atas

Komunikasi dari bawahan kepada atasan sangat penting bagi kelanjutan organisasi. Pada komunikasi ini ditemukan kelebihan yaitu keterbukaan yang dapat mengetahui pesan yang kita sampaikan sudah tersampaikan atau belum. Pada kenyataannya pun, komunikasi organisasi ini sulit dilakukan karena beberapa alasan, yaitu :

 

a)     Pihak Atasan

 

Atasan sangat jarang menerima keluhan dari bawahan, karena apa yang sudah ia putuskan dalam rapat menjadi suatu pedoman bagi organisasi dan harus dilakukan dengan semestinya. Sehingga keluhan dari bawahan kurang dipertimbangkan dalam pengembangan organisasi.

 

b)     Pihak Bawahan

 

Bawahan dalam melaksanakan kegiatan organisasi sudah mendapatkan berbagai petunjuk dari atasannya. Sedangkan, seringkali ketika atasan memberikan petunjuk hanya garis besarnya saja dan tentu saja tidak mendetail sehingga perlu dilakukan adanya penyesuaian. Ketika bawahan selalu menanyakan apa yang belum ia mengerti, ia akan berpikiran bahwa orang lain menilainya tidak bisa mencari tahu sendiri. Hal itu yang menyebabkan komunikasi ke atas sulit dilaksanakan[3]

 

Ø  Komunikasi Pada bidang pendidikan

 

Para pendidik dituntut untuk mempunyai tata Bahasa yang baik agar dapat terciptanya komunikasi yang efektif karena untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaakn tugasnya dalam belajar mengajar. Para pendidik harus mempunyai skill komunikasi yang baik karena komunikasi merupakan komponen utama dalam belajar dan pembelajaran.

Komunikasi merupakan sarana penting bagi pendidik dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar dimana ia akan membangun pemahaman anak didiknya tentang materi yang sudah ia sampaikan. Melalui komunikasi, guru sebagai sumber menyampaikan informasi (komunikator) kepada anak didiknya (komunikan) dengan menggunakan komunikasi lisan, tulisan, verbal, maupun non verbal. Sebaiknya siswa menyampaikan responnya terhadap para pendidik sehingga menyebabkan terjadinya komunikasi dua arah guna untuk meningkatkan keberhasilan komunikasi dan keefektifan komunikasi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam komunikasi terdapat salah satu unsur komunikasi yakni umpan balik (feedback). Dalam konteks komunikasi pendidikan ini, informasi yang kembali dari komunikasi (anak didik) ke komunikator (para pendidik) sebagai respon terhadap pesan yang telah disampaikan oleh komunikator. Umpan balik ini sangat penting bagi komunikasi pendidikan karena para pendidik akan mengetahui apakah materi pembelajaran yang sudah ia sampaikan dapat dimengerti dengan baik serta apakah ada kesulitan pada anak didiknya untuk memahami materi pembelajaran tersebut sehingga guru bisa melakukan evaluasi untuk hal yang lebih baik kedepannya. Sebaliknya, umpan balik dari para pendidik berypa nilai atas hasil kerja para anak didik akan menjadi pengingat untuk sejauh mana mereka menguasai materi pembelajaran tersebut. Berdasarkan umpan balik tersebut, para anak didik bisa mengevaluasi dirinya sendiri untuk terus meningkatkan ataupun mempertahankan apa yang sudah terjadi tersebut[4]

 

 

Ø  PERAN TIK!

Pada bidang pendidikan:

 

Pengertian Teknologi Informasi Pendidikan

Kemajuan ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara pandang dan Gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya. Keberadaan dan peranan teknologi informasi dalam sistem pendidikan telah membawa Era baru perkembangan dunia pendidikan, tetapi perkembangan tersebut belum Diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang menentukan keberhasilan Dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya. Hal ini lebih desebabkan masih Tertinggalnya sumber daya manusia kita untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam Proses pendidikan tersebut.

 

Posisi TIK perlu digambarkan, sehingga keberadaanya menjadi jelas.Posisi TI Sering disamakan dengan TIK ataubahkan dianggap lebih luas dibandingkan dengan TIK, sehingga sering salah dalam menentukan posisinya. TIK memiliki bidang kajian Yang bermacam-macam, karena dalam TIK tidak hanya membahas masalah teknologi Informasi dan komputer, tetapi juga membahas teknologi komunikasi/telekomunikasi. Adapun kajian TIK menurut (Diat, Prasojo, 2011)adalah sebagai berikut : 1) e Learning; 2) manajemen informasi; 3) teknologi informasi; 4) teknologi komputer; 5) sistem informasi mamajemen; 6) internet; 7) teknologi telekomunikasi(handpone, telepon, teknologi kabel dan nirkabel); 8) teknologi jaringan komputer; 9) Sitem keamanan jaringan komputer; 10) sistem basis data. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa TI merupakan bagian dari bidang ilmu TIK yang pada implementasinya saling terkait satu sama lainnya.[5]

 

Potensi pemanfaatan ICT dalam pendidikan sangat banyak diantaranya adalah untuk meningkatkan akses pendidikan, meningkatkan efesiensi, serta kualitas pembelajaran dan pengajaran. Disamping itu, dengan kreativitas para guru, ICT juga berpotensi untuk digunakan dalam mengajarkan berbagai materi pelajaran yang abstrak, dinamis, sulit, serta skill melalui animasi dan simulasi. Kini kita juga bisa melihat bagaimana ICT mempengaruhi cara siswa maupun guru dalam berhubungan sosial, berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman teman mereka. Hal ini akan mendorong kita untuk selalu belajar terus menerus. Di sisi lain, potensi ICT untuk dimanfaatkan dalam perencanaan dan pengelolaan Pendidikan tentu tidak bisa diabaikan.

 

Ada banyak kegiatan dalam pendidikan dan pengajaran yang bisa dilakukan guru dengan bantuan ICT, yaitu diantaranya adalah administrasi, komunikasi, pengembangan sumber belajar, pembuatan rencana pembelajaran, penyampaian bahan ajar, evaluasi, aktivitas dalam dan luar kelas, belajar mandiri, hingga pengembangan profesi guru. Akan tetapi pemanfaatan ICT dalam pembelajaran oleh guru dan siswa secara optimal memang tidaklah mudah. Paling tidak ada tiga kondisi yang harus dipenuhi, yakni: (1) guru dan siswa harus mempunyai akses yang mudah ke perangkat teknologi termasuk koneksi Internet, (2) tersedianya konten digital (bahan ajar) yang mudah dipahami guru dan siswa, (3) guru harus punya pengetahuan dan ketrampilan menggunakan teknologi dan sumber daya guna membantu siswa mencapai Standar akademik. [6]

 

 

PADA BIDANG KESEHATAN

 

Komunikasi yang terjadi tidak sehat dalam kegiatan politik karena lebih banyak menggunakan media massa sebagai mesin propaganda bukan sebagai sarana dialog yang terbula. Komunikasi pada masa saat ini lebih banyak menyajikan manipulasi simbolik daripada memberikan persoalan-persoalan publik.. Komunikasi merujuk kepada komunitas komunikasi karena demokrasi merupakan bentuk komunikasi yang kolektif. Komunikasi dalam kaitan ini dipandang sebagai kemampuan para anggota dalam menerima infromasi yang sehat (persoalan publik), mentransmisikan pesan atau informasi (mengekspresikan pemikiran dan pendapat rakyat), dan secara kolektif memproses informasi (rakyat yang terlibat dalam diskusi dan proses deliberatif). Komunikasi ini menggambarkan adanya bahasa bersama, media yang luas, dan forum yang bisa diaskes oleh khalayak umum.[7]

 

TIK DALAM BIDANG TRANSPORTASI

 

Pada Desember 2015, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluarkan larangan operasi Bagi kendaraan bermotor bukan angkutan umum Yang berbasis aplikasi online karena perusahaan-Perusahaan tersebut tidak memenuhi ketentuan Regulasi angkutan umum. Larangan tersebut Tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani Oleh Menteri Perhubungan tertanggal 9 November 2015. Tidak sampai 24 jam, larangan tersebut Dicabut kembali setelah mendapat intervensi dari Presiden Joko Widodo.

 

Hanya berjarak beberapa bulan kemudian, Tepatnya 22 Maret 2016, giliran sejumlah sopir Taksi konvensional berdemo di jalan-jalan di Jakarta untuk menuntut pelarangan beroperasinya Angkutan umum berbasis online. Yang lebih Menyedihkan, terjadi bentrokan antara pengemudi Taksi reguler dan pengemudi Transportasi Berbasis Online (selanjutnya disingkat TBO).

 

Fenomena TBO oleh sebagian orang Disebut sebagai fenomena “sharing economy” Di mana pemilik sumber daya seperti kendaraan Maupun tenaga manusia dapat memberikan akses Sementara atas sumber daya yang dimiliki kepada Pelanggan atau konsumen. Peranan perusahaan TBO dalam hal ini adalah sebagai perantara Dengan menyediakan platform marketplace yang Mempertemukan pemilik sumber daya tersebut Dengan pelanggan.

 

Kehadiran TBO ini menandakan kita saat Ini telah memasuki revolusi industri ke empat, Semua orang dapat terhubung dalam waktu yang Bersamaan. Pemanfaatan teknologi komunikasi Dan informasi ke depan telah mengubah secara Radikal mekanisme bisnis dalam produk dan jasa. Dalam konteks connecting-generation, produsen Dan konsumen akan dapat bertransaksi langsung Dengan sangat efisien, andal, dan efektif tanpa Membutuhkan jasa dan bisnis antara. Pada satu Sisi, revolusi ini melahirkan peluang usaha baru, Namun pada saat yang bersamaan mengurangi Para pekerja yang selama ini menggantungkan Diri pada usaha konvensional yang berisiko akan Meredup dan hilang dengan hadirnya revolusi Industri keempat ini. Ke depan, konflik antara perusahaan Konvensional dengan perusahaan berbasis aplikasi Berpotensi tidak hanya di sektor transportasi, Tetapi juga akan merambah sektor-sektor lain. Teknologi telah mengubah perilaku belanja Masyarakat menjadi online shopping, sehingga Pusat perbelanjaan akan sepi dan melahirkan PHK Besar-besaran. Dengan meningkatnya jumlah Kelas menengah di tengah perlambatan ekonomi Dunia yang terjadi saat ini, peluang lahirnya model Layanan berbasis online bisa menjadi peluang yang Akan semakin berkembang.

 

Dalam siklus transportasi di perkotaan, TBO memainkan peranan penting untuk Mentransformasi cara orang memanfaatkan Moda transportasi. Kehadiran aplikasi TBO Terbukti telah memberikan banyak pilihan dan Kemudahan bagi masyarakat sebagai pengguna Atau konsumen. Artinya, sisi positifnya masyarakat Menikmati keuntungan ekonomi karena fakta di Lapangan layanan TBO dirasakan jauh lebih murah Tarifnya dibandingkan dengan jasa transportasi Konvensional. Kehadiran TBO menyebabkan Pelanggan (1) memiliki akses untuk mendapatkan Transportasi sesuai waktu dan tempat yang Diinginkan; (2) tidak perlu menunggu taksi di jalan; Dan (3) menghemat pengeluaran ongkos.

 

Sementara itu, bagi pengemudi kehadiran TBO memudahkan dalam mencari penumpang Sehingga kinerja mereka lebih efektif dan efisien. Pengemudi punya kebebasan untuk menentukan Berapa penghasilan yang ingin didapatkan Setiap harinya. Taksi konvensional yang masih Menggunakan model setoran maupun persentase Dirasa tidak memberikan keleluasaan bagi Pengemudi.

 

Sementara bagi pemilik aplikasi, demandYang tinggi dari masyarakat dalam menggunakan TBO merupakan peluang bisnis yang sangat Menguntungkan. Walaupun investasi di bidang Teknologi aplikasi sarat modal, namun peluang Untuk kembali modal serta mendapatkan Keuntungan besar terbuka lebar.

 

Bagi perusahaan transportasi konvensional Yang tidak siap dengan perkembangan teknologi Maka kehadiran TBO akan dianggap sebagai Ancaman terhadap kelangsungan bisnisnya. Prinsipnya, ketika kemajuan teknologi tidak dapat Dibendung, pilihannya tiada lain adalah ikut Beradaptasi sehingga manfaatnya bisa sama-sama Dirasakan. Di era revolusi industri ke empat ini, Terjadi fusi berbagai kemajuan teknologi. Inovasi Bergerak cepat dan semua serba terkoneksi. Ini Eranya internet of things (IoT), bahkan internet of Everything, termasuk di dalamnya adalah TBO.[8]



[1] Drs. Ahmad Mulyana, M.Si., MODUL SOSIOLOGI KOMUNIKASI, ( FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS MERCU BUANA), hlm, 2-4.

[2] ANANG SUGENG CAHYONO, PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI INDONESIA, hlm, 141-143.

[3]  TA Gutama, “Peran Komunikasi Dalam Organisasi,” Jurnal Sosiologi Dilema 25, no. 2 (2010): 107–13.

[4] Arif Khoiruddin, “Peran Komunikasi Dalam Pendidikan,” Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman 23, no. 1 (2012).

[5] Haris Budiman. PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN, (Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan), hlm, 34-36.

[6] Herman Dwi Surjono, Peranan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam peningkatan proses pembelajaran yang inovatif, Seminar Nasional Pendidikan & Saintec UMS, 2013.

[7] T. Lukmantoro, “PERAN KOMUNIKASI DALAM DEMOKRATISASI,” FORUM, vol. 40, no. 1, pp. 51-56.

[8] Rohani Budi Prihatin, DAMPAK SOSIAL TRANSPORTASI BERBASIS ONLINE,  2009, Pusat Penelitian

Badan Keahlian DPR , hlm, 9-11.


TEKNIK BERFIKIR KRITIS - M ULUL AZMI

A. LATAR BELAKANG Menurut Ennis berpikir kritis adalah berpikir logis dan reflektif yang difokuskan pada pengambilan keputusan yang akan dip...