Selasa, 20 September 2022

Analisis Dampak Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Pada Perilaku Masyarakat Ekonomi (E-Commerce)

 

Analisis Dampak Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Pada Perilaku Masyarakat Ekonomi (E-Commerce)

Judul : Analisis Dampak Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Pada Perilaku Masyarakat Ekonomi (E-Commerce)

Peneliti : Hani Atun Mumtaha, Halwa Annisa Khoiri

Media Penerbit : http://pilar.unmermadiun.ac.id/index.php/pilarteknologi

Tahun : 2019

Fokus pembahasan : Perubahan tingkah laku masyarakat yang mengikuti perkembangan teknologi dan berpusat pada kebutuhan yang dikenal dengan society 5.0 yang dimana pada era ini setiap perilaku kehidupan akan diterjemahkan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) lalu disebarkan oleh internet.

Dalam revolusi industri 4.0 banyak teknologi yang berkembang dan sangat memudahkan segala kegiatan. Sedangkan society 5.0 menjanjikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Hal ini sangat terlihat jelas dengan contoh kecil yaitu munculnya perusahaan GO-JEK sebagai penyedia layanan jasa transformasi.

Jurnal ini memfokuskan pada survey pada perilaku masyarakat ekonomi terhadap e-commerce, tepatnya pada masyarakat UNIPMA.

Metode dalam penelitian : Metode dalam penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, yaitu metode yang menghasilkan data dari survey yang dilakukan pada sejumlah responden. Penelitian ini untuk mengetahui seberapa pentingnya e-commerce dalam mempengaruhi gaya hidup dan ketergantungan terhadap teknologi. Jumlah responden yakni 67 dan rata-rata usia 18 sampai 34 tahun.

Hasil temuan : Data statistik yang menunjukkan prosentase pelaku e commerce lebih didominasi oleh masyarakat ekonomi dengan usia 19 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku bisnis pada usia tersebut lebih gemar malakukan transaksi online daripada media sosial.

bahwa hanya 26.9% yang sangat mengetahui mengenai e-commerce. Saat ini di Indonesia berkembang e-commerce yang cukup pesat di berbagai kebutuhan, seperti fashion, jasa transportasi, makanan, dan sebagainya. Berdasarkan hasil survey, diketahui bahwa top-five e-commerce yang diketahui responden adalah Shopee, Traveloka, Bukalapak, Lazada, dan Tokopedia. Selain mengetahui mengenai e-commerce, sebanyak 77.6% responden pernah bertransaksi di top-five e-commerce. Keperluan yang dibelipun bervariasi, dan persentase terbesar adalah fashion, buku, dan peralatan elektronik.

Data statistik tentang barang yang paling digemari saat membeli di e-commerce

Data mengenai alasan lebih suka membeli e-commerce dibandingkan dengan belanja konvensional.

Kelebihan jurnal : Hasil temuan dijelaskan secara jelas. Serta di berikan gambaran data yang sangat jelas.

Dijelaskan permasalahan dan perkembangan tentang industri dari 1.0 sampai 4.0.

Kekurangan jurnal : Tidak menyertakan sitasi pada jurnal yang di teliti.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKNIK BERFIKIR KRITIS - M ULUL AZMI

A. LATAR BELAKANG Menurut Ennis berpikir kritis adalah berpikir logis dan reflektif yang difokuskan pada pengambilan keputusan yang akan dip...